Saya ada karena cinta

Sebagai putra daerah yang sekian lama tinggal di kota Solo, Saya sempat terusik dengan tulisan berisi berita buruk tentang tanah kelahiran saya. Melalui media koran dan media On-Line, berita tersebut  telah tersebar se-Solo Raya (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten). Media masa yang mencetak berita sebanyak 30.000an eksplar/hari tersebut jika dikalkulasi setidaknya akan dibaca oleh 60-90ribu manusia se-karesidenan Surakarta. Saat itu saya merasa, “Ini sebuah citra paling buruk tanah kelahiran tercinta” yang akan selalu membekas di pikiran masyarakat luas yang sadar. Baca lebih lanjut

Pentur Lebih Baik – 2

Pentur Lebih Baik merupakan sebuah gagasan untuk mengembangkan Desa dengan fokus utama pada pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Pentur. Dengan diberdayakannya SDM khususnya anak-anak dan remajanya, diharapkan akan mampu mengolah dan memanfaatkan sumber-sumber daya lainnya secara optimal.

“Mewujudkan Desa Pentur yang bermartabat, mandiri dan sejahtera” menjadi visi yang layak direalisasikan. Dengan program-program yang melibatkan partisipasi masyarakat, tentu sedikit banyak akan dapat menjawab berbagai permasalahan yang ada saat ini, seperti masalah pendidikan, ekonomi, budaya, pemanfaatan teknologi komunikasi & informasi serta lingkungan & kesehatan. Baca lebih lanjut

Anak Muda Bikin Gerakan Yukkkk

I. Iseng-iseng kepikiran

Desa Pentur sebagai salah satu kawasan yang telah berkambang menuju “kehidupan modern” memiliki banyak permasalahan yang seolah sulit untuk dicari jalan keluarnya. Krisis kepemimpinan yang terjadi bertahun-tahun berakibat semakin merosotnya kredibilitas dan citra Desa Pentur dimata publik yang lebih luas. Hal ini tentu akan berakibat pada lambatnya pertumbuhan di berbagai sektor seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Dampak nyata yang bisa dirasakan saat ini adalah desa menjadi tertinggal jauh jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Baca lebih lanjut

desaku yang kucinta menjelang pilkades

Sepulang dari desa aku mendengar ada kabar bahwa sebentar lagi akan ada pemilihan kepala desa, pesta demokrasi kecil-kecilan yang tak luput dari usaha suap-menyuap dari para “jago” untuk memenangkan pilihan. Menjelang pemilihan suasana desa biasanya suhu politik semakin memanas, kawan dan lawan susah ditebak, “mafia2 suara” gentayangan mencari keuntungan dengan memanfaatkan duit dari calon Kades. Dari dulu bisa dipastikan jika ada coblosan seperti ini mereka yang berduit-lah yang akan menang.  Baca lebih lanjut